Pendakian dilanjutkan dari Kalimati pada waktu 11.00 malam hari, sebenarnya quota pendakian sudah penuh, berhubung teman saya Gigon dan Tenyong belum pernah sampai ke puncak. Mereka nekad ikut rombongan secara ilegal (jangan ditiru ya kawan.. :D ). Karena gak ikut muncak, jadi gak tahu cerita disana, biasanya perjalanan dari Kalimati ke Arcapada sekitar 1,5 jam perjalanan pengalaman sebelumnya. Cerita berikutnya adalah pengalaman pendakian pertama saya... :D
|
Arcapada 2900 mdpl |
Antara Kalimati dan Arcapada adalah hutan pinus ringan padat. Bagian yang berbahaya adalah ketika Anda mendekati Arcapada (atas) karena ada beberapa jurang yang berbahaya di kedua sisi. Ada
jurang penurunan terkenal 75m tidak jauh dari kamp Arcapada (julukan
Kosong 75) yang telah merenggut nyawa beberapa sebelumnya. Tapi selama Anda tetap dalam jalur yang ditunjuk Anda aman. Anda harus menjaga jarak dengan partner/group pedaki lainnya, jangan terlalu jauh dan jangan terlalu dekat di sini.
Setelah mencapai Arcapada, titik berikutnya adalah Cemara Tunggal yang berjarak sekitar 45 menit dari Arcapada (mengapa tempat tersebut
disebut Cemara Tunggal, karena hanya ada sebuah pohon cemara yang hidup di lereng Semeru) tetapi pohon itu sudah
runtuh beberapa bulan lalu seperti yang dilaporkan di sini. Dari sini mimpi buruk dimulai. Ketinggian tinggi diperparah karena
tanah yang gembur digabungkan bersama-sama dengan lereng curam, sulit
untuk mendaki untuk beberapa langkah tanpa meluncur kembali. Kehilangan 1 langkah untuk setiap 2 langkah yang diambil, hal itu biasa kalau dalam pendakian. Pada satu titik saya terperosok beberapa meter ke bawah, karena tanah pasir yang lumayan sulit di daki. Pada pendakian yang pertama, saya pernah tertidur pulas sambil berdiri di lereng Semeru tersebut, entah kenapa mungkin karena kelelahan. Namun semakin besar usaha semakin besar perasaan kemenangan. Beberapa
teman saya bahkan berpikir aku tidak akan membuatnya karena saya
membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai puncak dibandingkan dengan
mereka. Tanpa sadar saya menoleh ke atas, subhanallah.. sungguh indah sekali, bintang bertebaran bak pasir di pantai dan beberapa saya lihat hujan meteor yang begitu jelasnya.
|
Sun Rise di Puncak Semeru |
Perjalanan tinggal sedikit lagi, saya di pesonakan dengan panorama matahari terbit, hal in adalah pandangan yang paling menakjubkan yang pernah saya saksikan. (Masing-masing dari lokasi di Semeru memiliki keindahan khusus dengan cara mereka sendiri).
|
Pendaki amatir kita (Gigon & Tenyong) :D |
|
Puncak Mahameru |
|
Puncak Mahameru |
|
Puncak Mahameru |
|
Kawah Jonggring Saloka |
Dan tibalah saya dipuncak gunung tertinggi di Pulau Jawa, Gunung Semeru. Setelah
menikmati puncak untuk sementara waktu, dan sebagai awan tebal dan
kabut sudah dikelilingi puncak gunung, saya keturunan ke bawah. Istirahat
sejenak di Kalimati dan kemudian lanjutkan keluar dari daerah
pegunungan sampai kita mencapai peradaban kembali di Desa Ranupani.
0 komentar:
Posting Komentar