Pesona Kalimati-Semeru

Keringnya semak belukar dan keindahan kalimati sang Mahameru puncak para dewa”.

Pesona Ranu Kumbolo

Keindahan alami hamparan padang rumput dan dinginnya air "ranu" kumbolo “Adelweis” .

Cahaya Emas dari Langit

Pesona sang surya membias di dinginnya angin pagi hari, di lereng berpasir Mahameru.

Keindahan dan Solidaritas

Mahameru berikan damainya didalam beku Arcapada, Mahameru sebuah legenda tersisa, puncak abadi para dewa.

Pulau Tengah-Karimun Jawa

Sandaran perahu dengan pesona penangkaran hiu di Pulau Tengah, Karimun Jawa.

Nirwana Resort

Perjalanan menuju Pulau Kecil dihiasi hamparan air laut dan jejeran pohon kelapa yang tersusun rapi di Nirwana Resort.

Barbeque Kakatua Fish

Pesta barbeque ikan laut dengan menikmati indahnya Pulau Tengah.

Snorkling at Kecil Island-Karimun Java

Pesona bawah laut yang mengagumkan, hamparan terumbu karang yang menawan.

Tampilkan postingan dengan label Jawa Timur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jawa Timur. Tampilkan semua postingan

4.28.2013

Pulau Sempu Dadakan

Udah lama gak nulis lagi..hehehe
Oke, gak usah lama-lama lagi, kali ini gue bakal nulis tentang traveling gue bareng temen-temen di sebuah pulau kecil di Jawa Timur. Yup! Pulau Sempu! itu destinasi kami. Yah, sebelum gue cerita traveling di Pulau Sempu, Alangkah baiknya gue ulas sedikit tentang historis dari Pulau Sempu itu sendiri.

Here we go!
Pulau Sempu adalah pulau yang terletak di sebelah selatan Pulau Jawa, tepatnya di wilayah Kabupaten Malang bagian selatan. Pulau Sempu merupakan kawasan cagar alam yang dilindungi, penetapan ini berdasarkan SK. GB No. 46 Stbl. 1928 No. 69 Tahun 1928. Penetapan kawasan Pulau Sempu menjadi cagar alam karena memiliki keadaan alam yang khas yang tujuannya selain sebagai cagar alam adalah untuk kepentingan penelitian dan ilmu pengetahuan. Letak Pulau sempu sendiri berada di kawasan Samudera Indonesia yang secara administratif pemerintahan berada di Desa Tambak Rejo Kecamatan Sumber Manjing Wetan (Timur) Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dengan luas kawasan 877 Hektar (Ha).

Type Ekosistem
Cagar Alam Pulau Sempu memiliki 4 (empat) type ekosistem dimana masing-masing memiliki ciri yang berbeda satu sama lain, tetapi secara keseluruhan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan.
  • Ekosistem hutan Mangrove
Stuktur hutan mangrove ini sangat sederhana karena terdiri dari satu lapisan tajuk pohon dengan jenis-jenis yang relatif sedikit. Jenis-jenis tumbuhan yang umum di jumpai adalah Bakau, dan Api-api. Sedangkan jenis-jenis satwa yang umum di jumpai pada daerah perairan hutan mangrove adalah ikan Glodok, Kepiting dan Udang.
  • Ekosistem Hutan Pantai
Areal hutan pantai Cagar Alam Pulau Sempu di bagian Utara, Barat dan Selatan Terutama pada pantai dengan pesisir yang landai. Jenis-jenis tumbuhan terdiri dari ketapang, Baringtonia asitica, Waru laut dan pandan. Adapun jenis-jenis satwa liar yang sering di jumpai pada kawasan pantai ini antara lain : burung Elang Laut, burung Dara Laut, Biawak, Umang Laut dan lain-lain.
  • Ekosistem Danau
Daratan Cagar Alam Pulau Sempu memiliki dua buah danau yaitu Danau Telaga Lele dengan areal seluas ± 2 Ha, yang merupakan danau air tawar. Danau Segoro anakan dengan areal seluas ± 4 Ha yang merupakan danau asin. Danau Air Tawar Telaga Lele terletak dibagian timur kawasan Cagar Alam, sedangkan Segoro Anakan berada dibagian Barat Daya. Masing-masing memiliki peranan yang pemting sebagai sumber air bagi kehidupan satwa liar, terutama pada musim kemarau.
  • Ekosistem Hutan Tropis Dataran Rendah
Type ekosistem ini menempati areal yang terluas dan tersebar hampir di seluruh kawasan, sehingga menjadi ciri utama dari kawasan Cagar Alam Pulau Sempu. Struktur hutan tropis ini di tandai dengan adanya tumbuh-tumbuhan yang terdiri dari tiga atau empat lapis tajuk pohon dengan komposisi yang beragam. Beberapa jenis pohon yang dominan yaitu Bendo (Artocarpus elasticus), Triwulan (Mishocarpatus sundaica), Wedang (Pterocarpus javanicus) dan Buchanania arborescens.
Flora
Kawasan Cagar Alam Pulau Sempu memiliki ± 223 jenis tumbuhan yang tergolong dalam 144 marga dan 60 suku. Dari 60 suku tersebut, telah diketahui lima suku yang memiliki jumlah individu, jenis dan marga yang relatif cukup banyak.
Kelima suku tersebut adalah :
  • Moraceae
  • Euphorbiaeceae
  • Anacardiaceae
  • Annonaceae
  • Sterculiaceae
Panorama
Panorama alam yang indah dapat di jumpai di kawasan Cagar Alam bagian Utara yang berupa ” Pantai Pasir Putih ” dimana hamparan yang berwarna putih dengan air laut yang jernih, memberikan kesan tersendiri bagi setiap orang yang datang untuk menikmatinya.

Fauna
Satwa liar yang hidup di dalam kawasan Cagar Alam Pulau Sempu. Yang paling sering di jumpai diantaranya Babi hutan, Kera hitam, Belibis dan burung Rangkon. Kalau Beruntung kita bisa melihat lumba-lumba hidung botol di sana.

Keunikan/Kekhasan
Pada kawasan ini terdapat ” Goa Air Tawar ” yang terletak ± 25 meter dari pantai pada ketinggian 25 meter di atas permukaan air laut. Panjang (kedalaman) goa sekitar 20 meter dan bagian dalam lebarnya 3 – 5 meter serta berlantai kering. Goa ini bagi masyarakat setempat yang masih percaya akan kegaiban Alas Sempuh, merupakan tempat untuk bertapa (semedi). 
Oke! Here We go! Me and my Friends Traveling!
Kami berangkat ke Pulau Sempu pada hari Jumat, kami berkumpul (meet point) di Kota Malang, tepatnya di daerah Jalan Soekarno-Hatta. Sebenernya udah molor banget dari jadwal, maklum peralatan yang dipesen pada habis lagi long weekend soalnya. Tapi demi temen gue yang rela jauh-jauh dari Jakarta buat traveling kesana dan alhasil dapet surat cinta alias surat peringatan dari kantor pas balik dari Pulau Sempu gara-gara bolos kerja. Hidup ini penuh pengorbanan kawan.. Ahahaha :D akhirnya dapet juga peralatan yang diperlukan.
Kami bersembilan orang, Panjol (Panji), Tenyong (Dwi Robi), Tole (Rifki), Telik (Shandi), Esi dengan kakaknya (mbak Tina), Dicky dengan adiknya (Enes), dan gue. Kita berangkat naik motor dari Kota Malang, berangkat jam 3 siang dan sempet pisah karena kejebak macet dan hujan di daerah Gadang sampek Turen.
Di tengah perjalanan, motor yang di naiki Dicky juga sempet bocor. gue, nemenin Dicky buat nyari tambal ban, sedangkan yang lain lanjut dan akhirnya kita sampai juga di Sendang Biru pada jam 19.00 malem. Setelah berkali-kali ngebohongi para cewek yang dari tadi nanya mulu kok gak sampek-sampek...Ahahaha
Setelah sampek disana, kita langsung parkir motor dan buju buneng parkiran udah kayak parkiran di konser musik, penuh parah!. Gak papa dah, kita langsung parkir dan langsung bangun tenda. Ada tiga tenda yang kita bikin, tenda buat cewek, tenda buat cowok, dan tenda buat naruh perlengkapan.
Tenda beres! dan kita langsung istirahat dengan nyala'in kompor, bikin ngopi dan gitaran sambil nyanyi-nyanyi gak karuan buat ngilangi capek... ahahaha
Ada juga yang bingung cari tempat buat ngcharge hp. Maklum buat update status dan nulis di twitter...Ahahahaa
Semakin malem semakin dingin, jadi buat nghangatin suasana ayo kita pelukaaann! Ahahaha becanda kawan, si Enes ngambil kartu buat maen kartu biar tambah rame. Klo gue, Dicky dan Panjol asik genjrang-genjreng plus makan kacang sama temennya kacang..ahahaha :D

Temen-temen pada maen kartu
 Pas semua pada tidur, gue masih gak ngantuk. So, jalan-jaln sendiri sambil latian njepret sani-sini..hehehe
Pasar ikan malam hari
Pohon tepi Sendang Biru
Oke, pada hari Sabtu jam lima pagi kami pada bangun. Beres-beres buat ngelanjutin jalan ke Pulau Sempu, bongkar tenda, ngerapi'in barang bawaan, ngantongin sampah-sampah sisa semalem. Abis itu lanjut ngopi dan ngekretek dulu. Ahahaha
Lanjut ngasap, gue daftar ke tempat jual karcis di loket sambil nitip barang, karena terlalu berat buat dibawa semua. klo gak salah gak sampek 100rb kok tiketnya, kalo tepatnya gue lupa..ahahaha
Habis beli tiket kita lanjut nyari kapal buat nyeberang seharga 100 ribu per kapal/10 orang udah tiket kapal pulang-pergi tuh..murah kan! :D

Nunggu kapal buat nyebrang

We are Man!!!
Perjalanan nyebrang ke Pulau Sempu

Perahu Kertas.. Ahahaha
Ya sambil nyebrang sambil foto-foto dan narsis-narsisan. Maklum anak tua yang sok abg..ahahaha.
Setelah beberapa menit, kita mendarat di Pulau Semput tepatnya di Teluk Semut. Di sebut teluk semut karena ada gue, gue kan manis..ahahaha bukan-bukan, disebut Teluk Semut karena kalo sore hari banyak semut nakal disana.. hehehe
Setelah sampai, kita langsung turun dari kapal tapi agak jauh dari darat jadi bahas deh. Takut kandas kapalnya, kata nahkoda kapal..ceileh nahkoda..hahahaa
Sebelum berangkat, kita tak lupa berdoa supaya lancar perjalanan dan doa di pimpin uztad dadakan kita bang Tole. Sebelum memasuki hutan gue melihat tulisan di papan yang nempel di pohon "Hutan adalah Kawan".. jadi jangan buang sampah sembarangan ya kawan..arti dari tulisan tersebut kayaknya itu deh.. *ngarang :p
Ya, setelah beberapa jam berjalan menyusuri hutan yang lumayan rimbu dan ngeliat beberapa hewan liar kayak elu (monyet) dan candaan yang bikin perjalanan gak kerasa, akhirnya kita udah bisa ngeliat segara anakan, berarti udah mau nyampek dan gue perkirakan kurang lebih sekitar satu setengah jam perjalanan kalo gak salah sih.

Pose dulu pas nyampek Pulau Sempu

Perjalanan ke Segara Anakan (lagi istirahat bentar)

Woyooo!!!! akhirnya kita sampek juga di segara anakan. Tapi...banyak banget yang ke sini penuh parah (sekali lagi efek long weekend) kalo sepi udah kayak privat island..Hehehee
Kita langsung cari tempat yang nyaman buat istirahat sebentar, sambil makan roti plus ngasap lagi. baru lanjut basah-basahan..basah-basah seluruh tubuh..ah ah ah airnya asin.. *gagal dangdut
Nah dari sini lah awal mula gue suka sama olahraga snorkling plus diving. Karena dicky bawa alat snorkling dan gue nyoba ternyata seru parah broo...ya meski awalnya agak takut di kedalaman tertentu, maklum gak bisa berenang bro..anak gunung soalnya (baca: Hiking).


Pose Gak Jelas
 Nih si Dicky lagi asik ngajarin adeknya si Enes buat snorkling, tranfer ilmu ceritanya..hehehe


si abang dicky lagi ngajarin si adek snorkling
Klo ini sepasang makhluk alien dari Jakarta yang pengen merebut bumi, untung ada ultramen...Aahahahah * gak nyambung.

Pasangan serasi.. ups1 ahahaha

Ini dia, Model Cover boy majalah Trubus! :D
We on Paradise!!

Dan ini alien yang lagi nyamar jadi manusia dengan tampang yang sok imut..padahal gak imut..Ahahahaha *Kabuurrrrr

Si mbak Esi lagi pose
Dan ini dia, Tim Traveling baru gue.. The Stranger (bukan The Avenger ya).. Huahahaha :D

Pose di karang

Pose di atas karang


Gue lagi action..hahaha
Setelah puas menikmati Pulau Sempu (sebenernya belom puas sih), kita langsung packing dan siap-siap buat balik ke negara asal kita masing-masing. Di sini si Panji dapet job baru, jadi pembokat kak Tina, liat aja tuh bawa tas cewek (tas mbak tina)...Ahahahahaajooorrrrr

Perjalanan balik dari Pulau Sempu
Dan cukup disini ceritanya..udah ngantuk mau sleeping handsome dulu yak...huehuehue :D

Tunggu cerita traveling gue selanjutnya...
(Next story: Karimun Java Island)

12.30.2012

Pendakian Semeru (Kalimati - Arcapada - Puncak Semeru)

Pendakian dilanjutkan dari Kalimati pada waktu 11.00 malam hari, sebenarnya quota pendakian sudah penuh, berhubung teman saya Gigon dan Tenyong belum pernah sampai ke puncak. Mereka nekad ikut rombongan secara ilegal (jangan ditiru ya kawan.. :D ). Karena gak ikut muncak, jadi gak tahu cerita disana, biasanya perjalanan dari Kalimati ke Arcapada sekitar 1,5 jam perjalanan pengalaman sebelumnya. Cerita berikutnya adalah pengalaman pendakian pertama saya... :D

Arcapada 2900 mdpl
Antara Kalimati dan Arcapada adalah hutan pinus ringan padat. Bagian yang berbahaya adalah ketika Anda mendekati Arcapada (atas) karena ada beberapa jurang yang berbahaya di kedua sisi. Ada jurang penurunan terkenal 75m tidak jauh dari kamp Arcapada (julukan Kosong 75) yang telah merenggut nyawa beberapa sebelumnya. Tapi selama Anda tetap dalam jalur yang ditunjuk Anda aman. Anda harus menjaga jarak dengan partner/group pedaki lainnya, jangan terlalu jauh dan jangan terlalu dekat di sini. 
Setelah mencapai Arcapada, titik berikutnya adalah Cemara Tunggal yang berjarak sekitar 45 menit dari Arcapada (mengapa tempat tersebut disebut Cemara Tunggal, karena hanya ada sebuah pohon cemara yang hidup di lereng Semeru) tetapi pohon itu sudah runtuh beberapa bulan lalu seperti yang dilaporkan di sini. Dari sini mimpi buruk dimulai. Ketinggian tinggi diperparah karena tanah yang gembur digabungkan bersama-sama dengan lereng curam, sulit untuk mendaki untuk beberapa langkah tanpa meluncur kembali. Kehilangan 1 langkah untuk setiap 2 langkah yang diambil, hal itu biasa kalau dalam pendakian. Pada satu titik saya terperosok beberapa meter ke bawah, karena tanah pasir yang lumayan sulit di daki. Pada pendakian yang pertama, saya pernah tertidur pulas sambil berdiri di lereng Semeru tersebut, entah kenapa mungkin karena kelelahan. Namun semakin besar usaha semakin besar perasaan kemenangan. Beberapa teman saya bahkan berpikir aku tidak akan membuatnya karena saya membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai puncak dibandingkan dengan mereka. Tanpa sadar saya menoleh ke atas, subhanallah.. sungguh indah sekali, bintang bertebaran bak pasir di pantai dan beberapa saya lihat hujan meteor yang begitu jelasnya.
Sun Rise di Puncak Semeru

Perjalanan tinggal sedikit lagi, saya di pesonakan dengan panorama matahari terbit, hal in adalah pandangan yang paling menakjubkan yang pernah saya saksikan. (Masing-masing dari lokasi di Semeru memiliki keindahan khusus dengan cara mereka sendiri).  
Pendaki amatir kita (Gigon & Tenyong) :D

Puncak Mahameru

Puncak Mahameru
Puncak Mahameru

Kawah Jonggring Saloka

Dan tibalah saya dipuncak gunung tertinggi di Pulau Jawa, Gunung Semeru. Setelah menikmati puncak untuk sementara waktu, dan sebagai awan tebal dan kabut sudah dikelilingi puncak gunung, saya keturunan ke bawah. Istirahat sejenak di Kalimati dan kemudian lanjutkan keluar dari daerah pegunungan sampai kita mencapai peradaban kembali di Desa Ranupani.

Pendakian Semeru (Ranu Kumbolo - Kalimati)

Pagi hari setelah kami bermalam, kami mulai perjalanan menuju Pos Kalimati. Ranu Kumbulo ke Kalimati hanya membutuhkan sekitar 3 jam perkiraan waktu kami. Kami berjalan melalui sebuah padang rumput terbuka yang indah.. pinus mitos hutan dan edelweiss daerah bunga (disebut Jambangan edelweiss area).
Padang Adelweis

Bagian perjalanan yang lumayan berat tapi mengasyikan saat menuju pos Kalimati karena rute perjalanan lumayan berliku dan mendaki. Ketinggian pos Kalimati sekitar di 2700 mdpl dan Ranu Kumbulo sudah di sekitar 2400m. Hanya selisih 300m ketinggian vertikal lumayan menambahkan waktu sepanjang 3 jam perjalanan.
Turunan Cinta
Padang Savana
Dalam gambar pejalan kaki mendaki Tanjakan Cinta, titik awal dari Ranu Kumbulo menuju pos Kalimati. Mungkin ini, hanya sedikit berat perjalanan ke Kalimati dari Ranu Kumbulo. 
Istirahat Sejenak di Hutan Pinus

Belatar Semeru
Segera setelah Tanjakan Cinta, kita dipesonakan oleh padang rumput terbuka yang indah. Kami juga dapat melihat Gunung Semeru sebagai latar belakangnya. Tampak dekat namun memerlukan waktu 3 jam perjalanan lagi untuk sampai ke Kalimati.


Pendaki Amatir :D
Pos Kalimati yang sering berkabut. Tapi kami dapat melihat puncak Gunung Semeru dengan jelas dari pos. Kalimati (2700m) adalah basecamp umum bagi para pendaki Gunung SemeruAda lagi tempat camp alternatif yang lebih tinggi disebut Arcapada (2900m) yang merupakan basecamp dalam bagian akhir dari hutan pinus sebelum puncak tetapi jarang porter lokal ingin pergi ke sana karena tidak ada titik air yang tersedia ada.  
Kalimati (Peliputan Liputan 6)


Upacara bendera di Kalimati

Padang Rumput di Kalimati

Arah Menuju Arcapada dan Puncak
Dalam Kalimati ada Waterpoint terdekat disebut Sumbermani ini, untuk kesana memerlukan waktu 20 menit dari pos. Saya dan Tole beristirahat sejenak, kami berdua tidak melanjutkan perjalanan ke puncak Semeru, karna peralatan kami dipinjam Gigon dan Tenyong (checklist kurang lengkap gara-gara mendadak). Kasian mereka yang belum pernah merasakan indahnya puncak Semeru, biar kami yang sudah pernah kesana yang mengalah.. :D

Pendakian Semeru (Ranu Pani-Ranu Kumbolo)

Sebenarnya pendakian ditahun 2010 ini yang ketiga kalinya saya mendaki Gunung Semeru, dan pendakian yang tidak direncanakan sama sekali. Waktu itu, teman saya yang sedang kuliah di universitas ternama di Bandung menelpon saya, dia bilang pengen naik Semeru. Kenapa saya bilang pendakian ini tidak direncanakan karena persiapan pendakian cuma dua hari setelah teman saya telepon. Idealnya sebuah pendakian harus dpersiapkan minimal dua minggu sebelum keberangkatan. Kita berangkat dari Malang menuju Lumajang, sebenarnya dari Malang bisa langsung ke Ranu pani lewat Tumpang, tapi berhubung ada teman saya yang belum tau jalan kesana akhirnya kami putuskan untuk lewat jalur dari kota Lumajang, Senduro, Candi Pure dan akhirnya tiba di Ranu Pane.
Bagian pertama dari ekspedisi ini adalah rute Ranu Pani - Ranu Kumbolo melewati hutan sejauh 12 Km. perjalanan lumayan melelahkan karena berliku dan tingkat kemiringan yang lumayan membuat kaki lebih ekstra mengeluarkan tenaga untuk melangkah. Ada empat peristirahatan atau pondok di sepanjang rute ini, pondok yang pertama berjarak sekitar empat kilometer dari start Ranu Pane, pondok yang kedua sekitar 2 Km dari pondok pertama, pondok ketiga sekitar 3 Km, dan yang terakhir adalah di dekat Ranu Kumbolonya sendiri. Oh iya, Ranu itu artinya danau, itu bahasa daerah disana.


Ranu Kumbolo adalah tempat perkemahan yang pertama dalam rute pendakian Semeru. Pemandangan yang sangat indah sekali, sebuah danau yang di apit oleh bukit dengan ruang kosong berbentuk V disebelah timur tempat matahari terbit. Ranu Kumbolo terletak pada ketinggian 2400 mdpl, dengan perpaduan danau dan savana dan suara angin serta hewan liar, Ranu Kumbolo memamng lebih indah dibandingkan Ranu Pane.

Papan Selamat Datang Ranu Kumbolo (2400 mdpl)
Tempat Pos Peristirahatan Ranu Kumbolo

View Ranu Kumbolo sore hari

Di Ranu Kumbolo, kami mendirikan tenda untuk bermalam dan mengembalikan tenaga yang lumayan terkuras saat diperjalanan tadi. Menikmati secangkir kopi hangat di sebuah pelataran danau yang luas serta semilir angin, semakin menambah pesona Ranu Kumbolo. Jika anda beruntung, pada malam hari anda akan melihat ribuan bintang yang bertebaran di langit Kumbolo. Rombongan kami terdiri dari Rifki Efendi (Tole) dari Jember, M. Najih Matlubi (Gigon) dari Bandung, Dwi Robi ( Tenyong) Dari Jember, dan saya Sendiri Hendik Waluyo dari Malang *urut dari kiri ke kanan*.

Kedinginan pas hari mulai gelap


Pagi dihari esoknya, untuk melanjutkan perjalanan

Keesokan harinya setelah kami istirahat, kami melanjutkan perjalanan ke rute berikutnya "kalimati". Saat meninggalkan Kumbolo, kami melewati sebuah tanjakan, konon siapa yang melewati tanjakan dan turunan tersebut tanpa menoleh kebelakang maka cintanya bakal abadi. Tajakan tersebut adalah "Tanjakan dan Turunan Cinta". Di tanjakan tersebut kami menemukan nisan batu bertuliskan nama seseorang, nisan tersebut adalah in memori, sebuah kenangan bahwa orang tersebut meninggal di lokasi tersebut.

In Memoriam Andika Listyono Putra

View Ranu Kumbolo dari Tanjakan Cinta
View Turunan Cinta

Tanjakan Cinta